Wednesday, October 12, 2011

Kenali Arti Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah

Kalender Hijriyah adalah perhitungan kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, dan hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Siklus penghitungan kalender ini juga berbeza dengan kalender lain, yakni berdasarkan perputaran bulan di bumi.



Pada tahun 638 M (17 H), Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622 M. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriyah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

Perhitungan sebuah hari tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut dan dimulainya peredaran bulan, sedangkan sistem Kalender Masehi sebuah hari dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender bulan (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun, sehingga bilangan hari dalam satu tahunnya adalah 12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari. Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah dimulai dari Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Tsani (Akhir), Jumadil Ula, Jumadil Tsani (Akhir), Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqo’dah, Dzulhijjah.

Namun tahukah Anda mengapa diberinama demikian? dikutip dari website www.ummulqura.org.sa Senin (28/3/2011) berikut ini arti nama bulan hijriyyah

Muharram

Adalah bulan pertama pada kalender hijriyah, diberi nama Muharram karena bangsa Arab saat itu mengharamkan perang pada bulan ini.

Shafar

Penamaan bulan kedua dengan kata Shafar karena perkampungan Arab Shifr (kosong) dari penduduk, karena mereka keluar untuk perang. Ada juga yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shafar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda.

Rabiul Awwal

Penamaan bulan ketiga dengan nama Rabiuul awwal dilatarbelakangi karena bertepatan dengan musim semi yang terjadi di kawasan Arab saat itu.

Rabiul Tsani (Akhir)

Penamaan bulan keempat Rabiul Tsani dilatarbelakangi bangsa Arab saat itu mulai menggembalakan hewan ternak mereka, sementara rumput di padang gembalaan sudah mulai tumbuh agak meninggi dan besar setelah musim semi awal terjadi. Tsani juga dalam bahasa Arab bermakna dua atau kedua, jadi ini adalah musim semi kedua atau lanjutan.

Jumadil Ula

Penamaan bulan kelima dilatarbelakangi karena bertepatan dengan musim dingin, dimana air menjadi beku. Dan penambahan Ula ini juga menunjukkan musim pertama.

Jumadil Tsani

Penamaan bulan keenam ini tidak berbeda jauh dengan bulan kelima, karena sama-sama dilatarbelakangi dengan musim dingin, dimana air menjadi beku. Bedanya pada penambahan tsani yang bermakna kedua dan merupakan musim dingin lanjutan.

Rajab

Sejarah penamaan bulan ketujuh ini dilatarbelakangi karena bangsa Arab akan melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Jadi bulan ini seolah menjadi bulan untuk melakukan genjatan senjata dan menahan diri dari peperangan.

Sya’ban

Sejarah penamaan bulan kedelapan ini dilatarbelakangi karena bangsa Arab pada saat itu pergi berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air. Bulan ini termasuk bulan yang sulit air dengan kemarau dan kekeringan yang panjang.

Ramadhan

Sejarah penamaan bulan kesembilan ini dilatarbelakangi karena bertepatan dengan musim panas. Di samping itu Ramadhan juga identik dengan perintah puasa, dimana di bulan muncul perintah puasa selama sebulan yang salah satu pesan yang diharapkan juga adalah membakar segala kesalahan dan kekhilafan. Pada gilirannya manusia akan keluar dari bulan ini dengan kondisi bersih layaknya bayi yang baru dilahirkan.

Syawwal

Sejarah penamaan bulan kesepuluh ini dilatarbelakangi pada saat itu unta betina kekurangan air susu. Makna syawwal juga adalah meningkat, yang bermakna bulan peningkatan derajat setelah menjalani puasa selama sebulan. Bulan ini juga punya nama lain yang populer sebagai Idul Fitri, yakni hari raya kembali ke fitrah juga merujuk usai melakukan ibadah puasa dan kembali pada fitrah manusia yang suci.

Dzulqaidah

Sejarah penamaan bulan kesebelas ini dilatarbelakangi karena bangsa Arab lebih banyak di rumah dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh melakukan perang. Ini merujuk pada anjuran Nabi SAW. kepada umat Islam.

Dzulhijjah

Sejarah penamaan bulan keduabelas ini dilatarbelakangi dengan pelaksanaan ibadah haji kepada seluruh umat Islam. Perintah yang wajib adalah sekali dalam seumur hidup, sementara yang kedua dan berikutnya bukan wajib, namun bernilai sunnah, begitu juga umrah di bulan lain. Bulan Dzulhijjah ini juga terkadang populer dengan nama bulan haji atau di luar daerah Arab, seperti Indonesia juga mengenal dengan bulan Qurban. Sebab bulan ini juga ada perayaan pelaksanaan penyembelihan hewan sebagai bentuk pengorbanan. (imm/imm)

wallahu'alam.

3 comments:

peep said...

thanks for the sharing :)

shida said...

nice info..baru tahu..tq..
:)

Anonymous said...

Ya, mungkin karena itu

Popular Posts

JOURNEY OF ♥

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Ahmad Darweesy

Lilypie - Personal pictureLilypie Fourth Birthday tickers

Arissa Nur Dalily

Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers